Hadiri Kampanye Percepatan Penurunan Stunting, Gubernur: Semua Harus Bersinergi Wujudkan Penuntasan Kasus Stunting
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (Kampanye) Percepatan Penurunan Stunting dan Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN
-
Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menghadiri Komunikasi, Informasi dan Edukasi
(Kampanye) Percepatan Penurunan Stunting dan Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh
Anak Stunting di Aula Kesdam VI Mulawarman Balikpapan, Senin 26 September 2022.
Kegiatan dalam rangka Bhakti Sosial TNI
Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Tahun 2022 dan HUT ke-77 TNI
dihadiri Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman Mayjen TNI Tri
Budi Utomo dan Ketua Dharma Pertiwi Wilayah F,
Rahma Tri Budi Utomo.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Isran Noor
didampingi Kepala perwakilan BKKBN Dr Sunarto memasangkan slempang Bapak dan
Bunda Asuh Anak Stunting kepada Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo
dan Ketua Dharma Pertiwi Wilayah F,
Rahma Tri Budi Utomo.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kaltim,
Gubernur Isran Noor mengucapkan selamat kepada Pangdam VI Mulawarman dan Ketua
Dharma Pertiwi Wilayah F dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.
Dalam upaya penurunan angka dan penuntasan
kasus stunting di Kaltim, orang nomor satu Benua Etam ini sangat berharap
masyarakat, terutama para remaja agar memperhatikan kesehatan diri pra nikah.
Sebelum menikah menurut dia, utama jaga
kesehatan, konsumsi makanan sehat dan bergizi serta umur yang cukup, agar
kualitas spermanya bagus dan menghasilkan keturunan (anak) yang sehat tidak
stunting.
"Nah,kalau sudah sehat dua-duanya
(laki-laki dan perempuan) dan umur cukup, baru bertinju (menikah), sehingga
hasil tinjuannya bagus jua,," ucapnya setengah bercanda.
Sebab lanjutnya, stunting itu terjadi dan
bisa dicegah sejak pembuahan sampai 1.000 hari atau kurang lebih dua tahun,
sehingga masa-masa itu harus menjadi perhatian para keluarga agar tidak terjadi
stunting pada kelahiran bayinya.
"Angka stunting kita ada dan cukup
tinggi, tapi target kita pada 2024 itu tersisa sekitar 12,83 persen,"
sebut mantan Bupati Kutai Timur ini.
Dia pun berharap sinergi pemerintah daerah
bersama jajaran TNI didukung stakeholders terkait terus ditingkatkan agar
penurunan angka bahkan penuntasan kasus stunting di Kaltim bisa terwujud.
"Ya saya yakin, sinergi dengan Bapak
Pangdam dan jajarannya hingga ke tingkat daerah, maka mampu menuntaskan kasus
stunting di daerah," pungkas suami Hj Norbaiti ini.
Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi
Utomo mengaku bangga dan bersyukur dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting
yang memiliki wilayah teritorial Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan
Kalimantan Selatan.
"Terimakasih Bapak Gubernur dan Kepala
BKKBN. Tentunya penganugerahan ini memacu jajaran Kodam VI Mulawarman
seluruhnya, ikut membantu pemerintah daerah dan BKKBN di wilayah-wilayah untuk
mengatasi masalah stunting ini," ungkapnya.
Disebutkannya, angka stunting yang terjadi
dan terdapat di tiga wilayah Kodam VI Mulawarman sebanyak 380.000 kasus.
"Kami dan kita semua akan lebih
menggerakkan sinergi agar angka-angka terus berkurang dan stunting bisa kita
turunkan bahkan tuntaskan," tandasnya.
Diakhir acara Gubernur Isran Noor bersama
Pangdam Tri Budi Utomo dan Kepala BKKBN Dr Sunarto meninjau pelayanan KB Implan
dan pelayanan KB Kesehatan Recovery MOW/MOP.
Hadir Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Dr
Sunarto, Wali Kota Balikpapan Rahmat Mas'ud, Irdam VI Mulawarman dan pejabat
utama Kodam VI Mulawarman, Danlanud Dhomber Kaltim dan Danlanal Balikpapan,
pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan, pimpinan
lembaga perbankan.(mar)